This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 07 Maret 2012

Part Substitusi Yamaha Jupiter MX 135, Harga Lebih Terjangkau

OTOMOTIFNET - Dalam kondisi tertentu, ada kalanya kita memanfaatkan part alternatif pada tunggangan kesayangan. Contoh saat stok di pasar lagi kosong atau karena memang kondisi keuangan lagi enggak memungkinkan untuk beli aslinya yang berbanderol mahal.  Padahal motor dipakai untuk aktivitas sehari-hari. Masak mesti nunggu berbulan-bulan sampai punya duit.

Seperti pada Yamaha Jupiter MX, bebrapa ‘onderdil’, bisa mengadopsi dari milik motor lain atau mengandalkan komponen dari satu ATPM. Oh ya, keistimewaaan lainnya, selain (kadang kala) harga lebih terjangkau, juga kualitasnya lebih oke. Berikut ini beberapa peranti yang bisa disubstitusi

Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4
Kampas Rem
“Buat bagian depan, bisa pakai milik Mio Soul,” ungkap Andi Kristanto dari bengkel Keong Racing di Jl. Gotong Royong No.32, Kampung Lembur, Makassar. Banderol lebih murah dari aslinya (Rp 85 ribu), punya Soul dijual Rp 75 ribu (gbr.1).

Di belakang? “Bisa mengandalkan milik Yamaha RX-King (gbr.2),” sambung Andi. Selain itu menurutnya daya tahannya juga enggak perlu diragukan lagi. Soal banderol, pastinya lebih murah. Karena cuma dijajakan Rp 48 ribu.

Kampas Kopling
Kalo emang aslinya udah aus dan perlu diganti, ada kampas kopling milik ‘motor tetangga’. Maksudnya, bisa mencomot dari Honda Karisma. Bentuknya sama persis, selain itu profil kampasnya juga lebih tebal, jadi lebih awet dan tahan lama (gbr.3).

Emang sih, soal harga agak lebih mahal. Sebab milik Karisma dibanderol  Rp 125-140 ribu per empat buah. Sedang bawaan pabrik Yamaha MX dihargai Rp 75-80 ribu per buah.

Per Kick Starter

Bentuknya sih emang  imut, tapi bisa bikin jengkel juga kalo udah mulai loyo atau rusak. “Pemicu peranti ini rusak karena umur pemakaian dan juga terlalu kasar sewaktu menghidupkan mesin dengan  mengengkol,” ujar Andi lagi.

Apesnya, mencari pengganti benda ini enggak semudah merusaknya lo, heheh.. solusinya gampang, bisa gunakan milik Suzuki Smash (gbr.4). Harganya pun dibanderol Rp 7.500, sedang milik Jupiter MX Rp 13 ribu.






Semoga Bermanfaat
accentirex.blogspot.com

Pakai Karbu RX-King di Thunder 125? Pakai Intake Scorpio-Z

Pakai Karbu RX-King di Thunder 125? Pakai Intake Scorpio-Z

 
 Lubang baut di intake Scorpio dilebarkan supaya pas di head Thunder
Cara
dongkrak tenaga Suzuki Thunder 125 bisa pakai karbu alias karburator Yamaha RX-King. Agar terpasang sempurna sekalian pasang intake manifold punya Yamaha Scorpio-Z.

“Arah karbu sama dengan standar. Ubahannya sedikit banget” ujar Ceng Kun, pemilik dan mekanik Ceng Kun Motor Sport (CMS) di Tangerang, Banten.

MOTOR Plus sempat mengulas pilihan karburator Thunder 125, salah satunya pakai komponen pengabut bahan bakar RX-King. Dulu pilihannya tetap mengandalkan leher angsa asli Thunder 125. Siasat pemasangannya, bisa pakai adaptor supaya moncong karbu bisa masuk ke intake Thunder 125.

Pilihan ini kali pakai intake manifold punya Scorpio-Z. Pemasangannya cuma menggeser posisi lubang baut pada intake ke atas, agar pas dengan baut di kepala silinder mesin Thunder.

“Dilubangi pakai bor tuner 1 mm di lubang baut intake yang ke mesin,” ungkap Ceng Kun yang bisa juga dipanggil Jaka yang bukan Sembung itu.“Dilubangi pakai bor tuner 1 mm di lubang baut intake yang ke mesin,” ungkap Ceng Kun yang bisa juga dipanggil Jaka yang bukan Sembung itu.


 Pelampung ditinggikan jadi 23 mm
Sebelum karbu dipasang ke intake Scorpio-Z, karburator RX-King sebelumnya kudu diseting ulang. Main-jet Mikuni 26 ini diturunkan ukurannya dari 150 atau 145 jadi 125. Klip jarum skep juga harus ikut digeser garis kedua dari atas.

“Atasnya dibikin kering supaya pas gas dibuka enggak mbebek,” cerocos Ceng Kun yang kalau ngomong susah distop. Jangan lupa juga pelampung bensin kudu ditinggikan. Standarnya tinggi pelampung karbu RX-King 20 mm atau 21 mm.

Buat penggunaan di Thunder 125 ukuran tinggi pelampung pengabut RX-King jadi 23 mm. “Menyesuaikan karakter suplai bensin pada mesin 4-tak. Biar pas aja,” tegas Ceng Kun.

Jika ditotal biayanya lebih dari Rp 900 ribu. Karbu RX-King asli dan baru Rp 800 ribuan dan intake Scorpio-Z Rp 100 ribu. Kalau mau irit pakai yang bekas.



Semoga Bermanfaat
accentirex.blogspot.com

Oprek Puli Primer, Bisa Buka Limiter Skutik!


Paket puli seharga Rp 650 ribu, terbukti mampu membuka limiter

OTOMOTIFNET
- Salah satu cara meningkatkan akselerasi skutik, bisa dilakukan lewat meng-upgrade kinerja komponen CVT. Antara lain kalau ingin menerapkan cara yang agak advance yaitu mengaplikasi big pulley atau bisa juga meng-custom sudut lintasan roller pada puli primer.

Tujuan dari pemakaian big pulley atau mengubah sudut lintasan pulley, umumnya guna mengejar kemampuan mencapai top speed yang lebih tinggi dari sebelumnya. Selain itu percepatan motor mulai saat berakselerasi hingga putaran atas juga bisa lebih baik.

“Soalnya salah satu pembatas atau limiter kecepatan pada motor jenis ini (skutik) terletak di komponen CVT. Kalau limiter tersebut bisa dibuka, otomatis putaran mesin akan lebih tinggi yang berdampak top speed motor nambah. Meski motornya masih standar,” bilang Miekeel Tjahjanto, punggawa MC Racing di Jl. Kebon Jeruk IX, Kota, Jakbar.

Nah, khusus yang disebut terakhir (memodikasi lintasan roller), MC Racing menyediakan paket jadi buat Yamaha Mio. Terdiri dari primary sliding sheave (PSS) di mana tempat roller bersarang, primary fixed sheave (PFS) dan slider. 

“Selain sudut kemiringannya diubah, lintasan roller-nya juga dibuat lebih panjang. Sehingga variabel bukaan belt pada puli depan bisa lebih besar lagi,” jelas Miekeel sembari menyebutkan harga paketnya Rp 650 ribu.

 
Oh iya, selain membubut sudut serta memperpanjang lintasan roller untuk slider, lanjut Mieekel, sirip-sirip pada PSS juga dipangkas guna memperenteng bobotnya. Termasuk membabat rata sirip pada PSF yang berfungsi sebagai kipas. Teorinya, dengan makin ringan komponen puli depan, akan mengurangi beban putaran mesin sehingga putaran bisa lebih tinggi lagi.

Namun untuk PSF, kata Miekeel boleh-boleh saja tetap mengandalkan bawaan motor yang masih ada sirip kipasnya untuk pendinginan komponen CVT. Terutama yang cover CVT-nya masih tertutup rapat alias standar. Selain itu untuk part slider-nya harus menggunakan kepunyaan Fino. “Karena kalau pakai slider bawaan Mio, hasilnya tidak akan maksimal,” jelasnya.

Oke, yuk kita buktikan saja kemampuan paket puli custom lansiran MC Racing ini. Apakah benar bisa membuka limiter kecepatan maupun putaran mesin seperti yang dipromosikan juragannya?

Metode pengujiannya kami pakai mesin Dyno dengan bahan praktik Mio standar keluaran 2009 awal yang sudah menmpuh jarak 4.009 km. Alat pengukur performa mesin ini kami gunakan karena selain membaca tenaga dan torsi, juga bisa mengukur kecepatan motor dan putaran mesin. Mesin dyno yang kami gunakan adalah merek Rextor Sport Device V3.3 milik PT. Global Motorindo di kawasan Galur, Cempaka Putih Jakpus.

Hasilnya, silakan deh lihat boks Hasil Pengetesan.
 Data Hasil Pengujan Dyno     
 Kondisi  Max Power   Max Torque   Max Speed   Max RPM 
 Puli STD  8.4 dk/5.462 rpm  11.45 Nm/4.935 rpm  115 km/jam  11.800 rpm 
 Puli Custom  8.9 dk/6.290 rpm  11.52 Nm/4.949 rpm  128 km/jam  12.800 rpm  

Karburator Shogun SP Jadi Rebutan Di Balap Liar

Bagi penggila korek jalanan, karburator Suzuki Shogun SP punya daya tarik tersendiri. Setidaknya itu menurut Cheppy Sugiarto, mekanik tim Suzuki AHRS Cargloss, ada tiga kelebihannya.

 Venturi bisa direamer sampai 26mm(kiri). Pompa injeksi di bodi bikin karbu Shogun SP diminati(kanan).

Pertama, ada semacam pompa tambahan di bodi karbu. Berfungsi menambah suplai bahan bakar. “Kerjanya secara mekanis. Berfungsi setelah slongsong gas dipuntir abis. Kayak ada semacam dorongan tambahan,” bilang Cheppy mekanik yang bertubuh subur itu.

Adanya semprotan ini, bisa memberi tenaga tambahan di putaran atas. Tujuan aslinya, agar Shogun tetap irit di putaran bawah, namun bertenaga di rpm tinggi.

Kelebihan yang kedua, dinding venturi dan rumah skep karbu venturi standar 18 mm ini cukup tebal. Diameter dalamnya bisa direamer hingga ukuran luar biasa.

“Kalau reamer standar, bisa jadi 22 mm. Tapi, kalau mau ekstrem, bisa sampai 26 mm. Tapi, ada bagian dinding yang perlu ditambal lem besi,” kata Cheppy.

Jika venturi ingin diperbesar, tentu harus diikuti langkah perbesar diameter skep. Yang ini gampang buat para mekanik. Tinggal bawa ke tukang bubut, siapin deh selongsong skep yang lebih gede.

Kelebihan terakhir, menyangkut urusan dompet! “Harga resminya lumayan, bisa ditebus sekitar Rp 400.000-an. Tapi, kalau lagi untung, di pasaran bisa dapat separuh harga. Kalau, lo?



Semoga Bermanfaat
accentirex.blogspot.com

Karburator Konvesional Vs Vakum, Antara Tarikan Dan Irit


 Teknologi karburator vakum selangkah lebih maju, agar irit dan ramah lingkungan

Karburator, si pengabut bahan bakar ke mesin sudah mengalami kemajuan teknologi. Setelah sekian lama dijejali dengan karbu konvensional, belakangan motor-motor yang dipasarkan di Indonesia mengaplikasi karburator vakum. Karburator jenis ini punya kelebihan dibanding yang konvensional.

Sedikit diulas dulu soal penyebutannya. Mulai dari karburator yang kita kenal pertama, sistem konvensional. Bahasa tingginya, karbutaoor ini disebut Venturi Meter (VM). Kerjanya simpel. Volume atau debit suplai udara dan gas bahan bakar langsung diatur melalui gerak puntir gas. Puntiran gas, disalurkan kabel, menarik langsung botol skep atau piston skep.

Berbeda dengan karburator yang biasa disebut karbu vakum. Sebutan tekniknya, CV (Constant Velocity atau Constan Vacuum). Kerja karbu model ini berdasarkan kevakuman di ruang bakar. Penyuplai bahan bakar ini selevel lebih maju dari VM. Di CV, gerak naik-turun botol skep tergantung kevakuman di ruang bakar, atau tekanan udara antara inlet dan leher angsa.

"Jadi, pada karburator vakum, gerakan puntiran gas yang disalurkan kabel ke karburator kerjanya hanya memancing. Sebab, tarikan kabel gas memutar atau membuka klep kupu-kupu. Bukaan klep kupu-kupu ini yang mengatur tingkat kevakuman di ruang bakar," jelas Cheppy Sugiarto, mekanik balap yang kini mulai mendalami seting karburator vakum untuk skubek balap tim AHRS.


 
 Kabel dari selongsong gas dikaitkan dengan mekanisme klep kupu-kupu
Lalu, bagaimana naiknya si botol skep di karburator vakum? Nah, begini jelasnya. Karena kehampaan udara di ruang bakar dibuka oleh klep kupu-kupu, maka ia menyedot udara luar. Yang disedot karet membran yang posisinya berada di atas karbu.

Membran ini yang terhubung botol skep di karburator CV. Karena membran tersedot, botol skep tertarik ke atas. Maka, tertarik juga lah si jarum skep yang terhubung dengan botol skep.

Sistem ini membuat suplai bahan bakar lebih teratur sesuai kebutuhan ruang bakar. Tingkat kevakuman akibat putaran mesin yang menentukan tinggi-rendahnya bukaan botol skep. "Jadi, karburator vakum lebih irit. Karena skep dan jarumnya tidak langsung mengangkat begitu selongsong gas dipuntir," timpal Adriansyah, mekanik Adri Speed di Jakarta Timur

Toh, baik Cheppy dan Adriansyah, mengaku karburator model CV kurang begitu disukai untuk penyuka motor dengan karakter tarikan kontan. Sebabnya, ya itu tadi. Meski gas dipuntir, motor belum mau langsung melaju. Kan, suplai bensinnya ditentukan kevakuman di ruang bakar.

Jadi, kalau pakai karburator vakum, percuma langsung betot gas. Karena karburator akan tetap menyuplai bahan bakar sesuai permintaan kebutuhan dan putaran mesin.

"Jadi, malah rugi. Karena udara dipaksa masuk sebanyak-banyaknya ke dalam ruang bakar, sedang debit bahan bakarnya sedikit. Hasilnya pembakaran pun tidak optimal dan tenaga seperti kosong sesaat. Tenaga baru akan mengisi kembali pada durasi waktu sekira 1 detik," tegas Cheppy dan Adriansyah.

Jadi, jangan aneh kalau motor yang pakai karburator vakum alias CV lebih bolot tarikannya. Toh motor ini lebih irit.  Tinggal dipilih, mau ngebut langsung pakai karburator konvensional. Kalau mau berhemat, ya pilih tipe vakum.



Semoga Bermanfaat
accentirex.blogspot.com

Dinamo Stater Skywave Bore Up



Suzuki Skywave yang sudah kena sentuhan bore up di atas 200 cc pastinya berat menggunakan dinamo starter standar.  Bisa karena tidak kuat menahan kompresi yang sudah gede.

Namun karena versi racingnya belum keluar atau beredar di pasaran,  untuk sementara bisa jajal pakai punya Yamaha Mio. Salah satunya adalah merek LHK.

Namun begitu dipasang, arahnya pasti terbalik. Ketika starter dihidupkan, arah putaran motor starter justru kebalikan dari arah mesin. Otomatis ngelos dan akan timbul suara ser ser ser.....

Untuk itu posisi kabel di karbon brush atau arang pada dinamo harus dibalik. Karena posisi pemasangan dinamo juga berbeda. Tujuannya tentu agar arah putaran dinamo sesuai di mesin.

Selain itu rumah karbon juga harus diganti menggunakan standar atau asli punya Skywave. “Karena yang asli LHK kerap terbakar dan hangus,” jelas Bang Jay dari Eka Jaya Motor.



Semoga Bermanfaat
accentirex.blogspot.com

Deteksi CDI Rusak

MotoBike - Seiring pemakaian, beberapa komponen motor bisa rusak. Salah satunya CDI, yang bertugas mengatur timing pengapian. Jika tak berfungsi, motor pun tak bisa dihidupkan alias mogok. Nah bagaimana sih mendeteksi CDI rusak, gimana bisa memastikan komponen tersebut malfunction?

Mari kita tanya Robert Cong dari PT Global Motorindo, yang juga distributor CDI Rextor. Menurutnya, mendeteksi CDI mesti diurut dari api di kabel koil, lanjut dari sepul dan terakhir baru dari CDI sendiri.


Kata pria yang berkantor di Jl. Letjen Suprapto No.60 Galur, Jakpus, CDI mati lebih karena salah perlakuan. Kalau benar bisa tahan 5-6 tahun. “Pada tipe DC, aki wajib sehat agar suplai arus stabil, jika tidak maka CDI mudah mati,” terangnya. Sedang tipe DC tergantung pada sepul pengapian.

Lanjut gimana mendeteksi? Jika besutan mati, tepikan dan cari tempat aman. Pertama buka cop busi, posisikan kabel mendekati busi atau ground lalu distarter. Jika api memang tak keluar (gbr.1), berarti masalah bersumber dari pengapian.

Untuk motor yang pakai pengapian DC, seperti Suzuki Shogun, Yamaha Jupiter Z, Honda Karisma dan hampir semua bebek sekarang, pusatkan perhatian lebih dulu pada aki dan sekring (gbr.2). Cek kondisi, pastikan voltase berkisar di angka 12 Volt.


Paling gampang mendeteksi kondisi aki dengan mengaktifkan electric starter, klakson atau sein. Kalau tak bekerja, artinya aki drop atau sekring putus. Cek dulu deh.


Nah untuk motor berpengapian AC seperti Honda Tiger, Yamaha Vega, Kawasaki Kaze perhatian langsung pindah ke kabel sepul pengapian. Contoh pada Honda Revo, kabelnya warna hitam/merah. Ngecek-nya lepas soket, lalu tempelkan konektor ke ground (gbr.3), jika kick starter diengkol keluar api, maka sepul masih baik. Sebaliknya kalau tak keluar sepul yang mati.


Jika aki, sekring dan sepul masih normal, pasang kembali soket. Lalu fokuskan pada koil, lepas soket yang dari CDI (positif). Kembali tempelkan ke ground dan distarter (gbr.4), kalau tak keluar api maka dipastikan CDI yang rusak. Artinya harus ganti baru. Gampang kan?


Namun sebelum itu, “Cek juga kondisi kontak, bisa saja sudah aus,” sambar Asep Supriyadi, mekanik Ngayun Speed, di Kebon Jeruk, Jakbar. Caranya cukup lepas soket kontak, jika mesin mau menyala berarti kontak yang harus diganti.



Semoga Bermanfaat
accentirex.blogspot.com