Rabu, 07 Maret 2012

Deteksi CDI Rusak

MotoBike - Seiring pemakaian, beberapa komponen motor bisa rusak. Salah satunya CDI, yang bertugas mengatur timing pengapian. Jika tak berfungsi, motor pun tak bisa dihidupkan alias mogok. Nah bagaimana sih mendeteksi CDI rusak, gimana bisa memastikan komponen tersebut malfunction?

Mari kita tanya Robert Cong dari PT Global Motorindo, yang juga distributor CDI Rextor. Menurutnya, mendeteksi CDI mesti diurut dari api di kabel koil, lanjut dari sepul dan terakhir baru dari CDI sendiri.


Kata pria yang berkantor di Jl. Letjen Suprapto No.60 Galur, Jakpus, CDI mati lebih karena salah perlakuan. Kalau benar bisa tahan 5-6 tahun. “Pada tipe DC, aki wajib sehat agar suplai arus stabil, jika tidak maka CDI mudah mati,” terangnya. Sedang tipe DC tergantung pada sepul pengapian.

Lanjut gimana mendeteksi? Jika besutan mati, tepikan dan cari tempat aman. Pertama buka cop busi, posisikan kabel mendekati busi atau ground lalu distarter. Jika api memang tak keluar (gbr.1), berarti masalah bersumber dari pengapian.

Untuk motor yang pakai pengapian DC, seperti Suzuki Shogun, Yamaha Jupiter Z, Honda Karisma dan hampir semua bebek sekarang, pusatkan perhatian lebih dulu pada aki dan sekring (gbr.2). Cek kondisi, pastikan voltase berkisar di angka 12 Volt.


Paling gampang mendeteksi kondisi aki dengan mengaktifkan electric starter, klakson atau sein. Kalau tak bekerja, artinya aki drop atau sekring putus. Cek dulu deh.


Nah untuk motor berpengapian AC seperti Honda Tiger, Yamaha Vega, Kawasaki Kaze perhatian langsung pindah ke kabel sepul pengapian. Contoh pada Honda Revo, kabelnya warna hitam/merah. Ngecek-nya lepas soket, lalu tempelkan konektor ke ground (gbr.3), jika kick starter diengkol keluar api, maka sepul masih baik. Sebaliknya kalau tak keluar sepul yang mati.


Jika aki, sekring dan sepul masih normal, pasang kembali soket. Lalu fokuskan pada koil, lepas soket yang dari CDI (positif). Kembali tempelkan ke ground dan distarter (gbr.4), kalau tak keluar api maka dipastikan CDI yang rusak. Artinya harus ganti baru. Gampang kan?


Namun sebelum itu, “Cek juga kondisi kontak, bisa saja sudah aus,” sambar Asep Supriyadi, mekanik Ngayun Speed, di Kebon Jeruk, Jakbar. Caranya cukup lepas soket kontak, jika mesin mau menyala berarti kontak yang harus diganti.



Semoga Bermanfaat
accentirex.blogspot.com
 

0 komentar:

Posting Komentar